Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 November 2023

DINASTI POLITIK


 


Dinasti Politik: Tinjauan Teoritis Perjalanan Pilkada dalam Konstalasi Politik Lokal

Penulis: Wiwi Widiastuti, S.IP., M.Si.

iv, 101 hlm : 20 cm

ISBN: 978-602-52444-2-1


Desentralisasi dan Otonomi Daerah pasca reformasi menjadikan era baru bagi kedaulatan rakyat dalam memilih kepala daerah, hal ini diatur dalam UU No. 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah. Setelah terealisasinya desentralisasi dan otonomi daerah justru memperlihatkan gambaran tentang penguasaan akses terhadap sumber daya tertentu oleh elit politik lokal sebagai upaya melanggengkan kekuasaan. Selain itu pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung sering diwarnai oleh politik patronase sehingga pada akhirnya di Indonesia bermunculan raja-raja kecil dalam dinasti politik di daerah. Buku ini dibuat sebagai upaya untuk menggambarkan bagaimana tinjauan teoritis jejak raja-raja kecil di daerah otonom yang bisa disebut dengan “Local Strongman” dalam Konstelasi Politik Lokal. Buku ini menuliskan fakta ril dalam konstelasi politik lokal dalam tinjauan akademis sehingga mahasiswa maupun para pembuat kebijakan dapat dengan mudah memahami akar permasalahan yang tengah berlangsung dalam konstelasi politik lokal.

Senin, 30 Oktober 2023

GENDER DAN POLITIK



GENDER DAN POLITIK

Perempuan dalam Birokrasi Studi Kasus Kabupaten Ciamis


Fitriyani Yuliawati

vi, 79 hlm. ; 23 cm

ISBN : 978-602-74652-5-1


Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 dengan judul Menguak Birokrasi Anti Gender di Kabupaten Ciamis. Penelitian tersebut  bertujuan mengetahui mengapa jabatan-jabatan strategis pada pemerintahan Daerah Kabupaten Ciamis lebih didominasi oleh pegawai laki-laki. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat beberapa kendala yang membuat jabatan-jabatan strategis dalam birokrasi kebanyakan dipegang oleh kaum laki-laki. Kendala-kendala tersebut berasal dari internal berupa motivasi dalam diri pegawai perempuan itu sendiri. Selain itu terdapat kendala eksternal yang berasal dari keluarga, lingkungan kerja dalam birokrasi khususnya dalam proses promosi jabatan yang masih dipengaruhi oleh konstruksi sosial. Konstruksi tersebut berupa anggapan-anggapan bahwa laki-laki lebih mampu menjadi seorang pemimpin dibandingkan perempuan.